Tuesday, June 23, 2020

04. Seperti tiga menit yang lalu

Lagi dan lagi
Aku berada di persimpangan jalan
seperti tiga menit yang lalu.

Benakku penuh kalkulasi dan ramalan
senantiasa kuterawang ujung tiap jalan 
sejauh mata memandang
samar-samar

Simpang kiri selalu rimbun
Sedang kanan selalu berbatu

Belok kanan barangkali jadi pilihan
Jalan ini cukup terang
kerikil tajam isyaratkan perjuangan
akan sakit berjalan disini

Jalan rimbun tidak lebih pantas
Kegelapan memacu ketakutan
tiap orang derap langkahnya rendah
agar supaya tidak salah salah

maju bersiap menjumpai pilihan.
Pilihan setelah pilihan, 
begitu seterusnya
Tanpa tahu bagaimana akhir

mundur sebaliknya
tanpa pilihan, 
sesuatunya tetap
pada mulanya adalah rendah

keputusanku adalah jalan berbatu
hasilnya kakiku biru-biru,
Saat ini hanya dapat berkesah
Sebab kembali hanya menambah derita

lagi dan lagi
Aku berada di persimpangan jalan
seperti tiga menit yang lalu.

No comments:

Post a Comment