Wednesday, October 20, 2021

05. Termuda dari Kaumku

 Aku

Termuda dari kaumku

Terjauh dalam mengembara


Enyahkan dulu buruk sangkamu itu

Cobalah untuk percaya meski sedikit


Seperti biasa

kau meminta bukti, bukan?


Telusuri saja sungai ini

Dia tak berujung

T'lah kusampaikan kepada yang lain

Nihil Percaya


Aku sudah mengitarinya dua kali

Itu masih titik dibandingkan seluruh perjalananku

Panjang sekali


Lagi

Kau makin tak percaya 

Namun aku sudah biasa

Menghadapi binatang sepertimu


Apa kau punya makanan?

Baiklah duduk sejenak


Jangan takut, 

Aku tak akan minta 

Sebab tidak makan daging, 

Apalagi minum darah.

Jika menyantapnya aku muntah 


Terlihat kau sedikit percaya pada keanehanku

Namun makin besar keraguanmu


Tak apa, 

Aku sudah biasa

Menghadapi binatang sepertimu

Tuesday, June 23, 2020

04. Seperti tiga menit yang lalu

Lagi dan lagi
Aku berada di persimpangan jalan
seperti tiga menit yang lalu.

Benakku penuh kalkulasi dan ramalan
senantiasa kuterawang ujung tiap jalan 
sejauh mata memandang
samar-samar

Simpang kiri selalu rimbun
Sedang kanan selalu berbatu

Belok kanan barangkali jadi pilihan
Jalan ini cukup terang
kerikil tajam isyaratkan perjuangan
akan sakit berjalan disini

Jalan rimbun tidak lebih pantas
Kegelapan memacu ketakutan
tiap orang derap langkahnya rendah
agar supaya tidak salah salah

maju bersiap menjumpai pilihan.
Pilihan setelah pilihan, 
begitu seterusnya
Tanpa tahu bagaimana akhir

mundur sebaliknya
tanpa pilihan, 
sesuatunya tetap
pada mulanya adalah rendah

keputusanku adalah jalan berbatu
hasilnya kakiku biru-biru,
Saat ini hanya dapat berkesah
Sebab kembali hanya menambah derita

lagi dan lagi
Aku berada di persimpangan jalan
seperti tiga menit yang lalu.

Monday, June 1, 2020

03. Cinta telah mati, Bahkan sebelum terlahir

Aku berusaha menutup mata
tapi mata selalu berontak
ingin sekali melihat apa yang terlarang itu
sekedar untuk tau
jika mengerikan, 
senantiasa menjadi buta

aku berusaha menutup telinga
tapi telinga selalu ingin mendengar
suara apa yang tidak seharusnya ia dengar
jika terlalu buruk,
senantiasa menjadi tuli

Bodohnya aku
Ia tidak terangsang lewat mata atau telinga
Ia bahkan lebih kuat dari itu
Sia-sia kulakukan  semua
Ia terlalu kuat.

inilah aku
merasakan percikan luar biasa dirimu
tapi inilah juga aku
yang terlalu takut untuk itu.

tidak cukupkah menghantui kenyataanku?
sehingga harus juga menganggu tidur nyenyakku ?

ku pikir hari-hari itu telah lama berlalu
tapi sekarang kerap jadi bimbangku

Cukup disini
Tak kau dapatkan yang kau cari
telah ku kubur dia dalam-dalam

Cinta telah mati bahkan sebelum terlahir

Tuesday, May 26, 2020

02. Tidak Waras

tidak ada indah 
yang melebihi tempat ini
aku
Primadona disini

disini
angin adalah Pencerita
berhembus dengan ceritanya yang aneh
paling sering ia mendongeng
tak jarang pula ia bersenandung

disini
Ombak yang Paling usil
suaranya lantang tiba-tiba
kala aku tertidur oleh angin
copot jangtungku dibuat

disini
Matahari adalah Pencemburu
tak jarang kulihat ia memanas
kala aku dirasa tak pernah melirik

Kesini
aku ingin sekali mengajakmu berkunjung
kagum pasti kau kubuat
kan ku kenalkan nama tiap butir pasir
tak satupun akan luput.

tapi awas
polisi suka menangkap orang
yang mereka anggap tidak waras





Monday, May 18, 2020

01. Kamu atau Tidak Sama Sekali

Aku mengandaikan diriku Matahari
Dalam rangkaian kegundahan hati

" Kamu, 

  atau tidak sama sekali "

Karena saat matahari sudah memilih rupa dan waktunya,
Ia tak pernah ingkar
Pernah kamu lihat matahari terlambat untuk terbit?
atau Ia bersinar tidak penuh?
Lain halnya dengan Bulan
ah, tapi sudahlah
untuk apa menggerutu tentang Bulan 
sedang yang lain memujanya


Bencoolen, Mei 2020